Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Cerita Abg Belajar Seks di Rumah 2

Cerita Abg Belajar Seks di Rumah 2

 Tradingan.com - Aku segera melepaskan sabukku, Kathy menyusupkan jarinya memegang elastik celana pendeknya dan berhenti menungguku. Aku segera melepaskan kancing celana dan terus melepas celana jeanku. Penisku yang tegang langsung tampak mencuat dari dalam celana dalamku. Tiba-tiba mukaku merah padam, ternyata Kathy belum melepas celana pendeknya.

“Hey! Ayoi! Kamu kan janji bersama-sama!”
“Oh, maaf. Aku lupa,” kata Kathy sambil sorot matanya tidak lepas dari tonjolan penisku di celana dalamku.

Kathy kemudian berbaring sambil melepas celena pendeknya melewati pinggulnya yang bulat indah. Tubuh kami berdua sekarang tinggal dibalut oleh celana dalam. Aku benar-benar kagum dengan kemulusan kulit tubuhnya bagaikan kulit bayi, kuning kemerahan dan halus sekali.



“Siap,” kata Kathy.
“OK,” kataku mantap.

Aku benar-benar sudah tidak sabar lagi melihat tubuh seorang gadis yang telanjang bulat di depanku. Dan… Hal itu benar-benar menjadi kenyataan ketika Kathy pelahan-lahan melepas celana dalamnya, bersamaan dengan kuturunkan celana dalamku melewati kakiku.

Dan kemudian kami berdua sama-sama terbengong-bengong melihat tubuh telanjang di depannya. Kulit tubuh Kathy benar-benar mulus, lekukan tubuhnya benar-benar mempesona. Ketika sudut mataku melihat ke Kathy, kulihat wajahnya merah padam dan sorot matanya menjelajahi seluruh tubuhnya. Sepertinya wajahnya jadi semakin cantik dan oohhh… Sepasang bukit dadanya benar-benar mengagumkan dan menggetarkan hatiku, tapi… Bagian bawahnya… Kulihat rambut kecil-kecil halus berwarna pirang menutupi cembungan dipangkal pahanya. Tapi tidak ada lagi yang bisa kulihat, sepertinya semuanya tersembunyi dibalik rambut halus itu.

“Wow,” seru Kathy.
“Berbaringlah terlentang, aku ingin bisa melihatnya dengan jelas.”

Aku tidak bisa menolaknya, aku terlentang sambil memperhatikan Kathy. Dia bergeser mendekati diriku. Sepasang bukit dadanya ikut bergoyang, pemandangan yang menakjubkan sekali. Aku tidak memperhatikan tangannya sampai ketika jari-jarinya mengelus batang penisku dengan lembut.”Oh besar sekali, keras, tapi kulitnya lembut sekali.” kata Kathy sambil tangannya menjelajahi seluruh bagian penisku, meremas dan mengusap-usapnya dengan lembut.

“Ouchh!” erangku. Sepertinga tubuhku melambung tinggi…
“Benar-benar luar biasa,” desis Kathy benar-benar terpesona menyaksikan penisku yang tegang kukuh dan keras. Kurasakan jari-jari Kathy mengocok-kocok batang penisku naik turun dengan penuh gairah. Aku tidak pernah melihat penisku menjadi sebesar itu, sepertinya penisku telah mengembang secara maximum. Mataku tertutup rapat-rapat… Mulutku mendesah-desah tanpa dapat kukendalikan lagi,

“Ooohhh… Aaahhh…” aku benar-benar tidak pernah merasakan senikmat ini.
“Kau senang aku beginikan?” bisik Kathy dengan suara genit.

Gerakan tangannya naik-turun semakin cepat sampai pinggulku terangkat-angkat menahan nikmat dan geli luar biasa. Akhirnya aku tak dapat menahan lagi, dengan diiringi teriakkan nyaringku, spermaku meledak dan menyembur kuat keudara beberapa kali. Inilah untuk pertama kalinya aku mengalami orgasme. Kathy juga berteriak tertahan dan meloncat menjauhiku, gadis ini benar-benar terkejut melihat spermaku yang begitu dasyat menyembur keudara dan sebagian jatuh menimpa tangan, paha dan dadanya.

Beberapa saat aku terkulai lemas. Sepertinya aku sempat tak sadar beberapa detik. Begitu pula Kathy, gadis ini terbengong-bengong melihat kejadian yang benar-benar tak pernah terbayangkan olehnya. Wajib baca!


Cerita Abg Belajar Seks di Rumah 1

Cerita Abg Belajar Seks di Rumah 1

 Iklans.com - Cerita sepasang anak praremaja yang berexperimen tentang pelajaran sex.

*****

Kami kehilangan keperjakaan dan keperawanan kami bersama-sama. Hal itu terjadi ketika usiaku baru menginjak 11 tahun, pada akhir sekolahku di kelas 5. Memang tidak terlalu mengejutkan kalau dipelajari karena pasanganku adalah tetanggaku Kathy, yang usianya setahun diatasku, dan duduk dikelas 6.



Kita berdua satu sekolah di pinggir kota Chicago dan kami sudah bersahabat sejak tiga tahun sebelumnya. Sampai kemudian aku menganggapnya lebih dari sahabatku lainnya. Kathy agak tomboy, dia biasa bermain mainan yang biasanya dikerjakan anak laki-laki. Sampai kemudian tubuhnya berkembang seperti selayaknya seorang gadis, dan akupun mulai kikuk kalau sedang bersamanya, tanpa kuketahui dengan jelas apa sebabnya.

Ibu Kathy telah cerai dan harus bekerja siang hari pada suatu rumah makan. Keadaan ini semakin menyenangkan buat kami, karena kami berdua biasa ditinggalkan sendirian berjam-jam pada siang hari. Biasanya kami hanya sebatas duduk bersama sambil berbincang-bincang seperti anak-anak lain pada umumnya. Tapi sore ini terjadi keadaan yang berbeda.

Hari itu kami baru mendapatkan pelajaran pendidikan-sex di sekolah. Pada jaman itu, setahun sekali anak laki-laki dan perempuan dipisahkan untuk mendapatkan ‘pendidikan seks’. Sebenarnya pelajaran itu berupa pelajaran biologi dengan sedikit tambahan informasi tentang masalah sex. Informasi tersebut cukup rinci dengan dilengkapi pula dengan buku saku dengan judul ‘Apa yang harus diketahui anak laki-laki’ atau ‘Apa yang harus diketahui anak perempuan’.

Disana tidak dijelaskan secara gamblang tentang aktivitas sex. Secara alami anak laki-laki selalu ingin tahu apa yang telah diajarkan kepada teman-teman perempuannya, demikian pula sebaliknya anak-anak perempuan ingin tahu apa yang telah diajarkan ke teman-teman laki-lakinya. Demikian pula yang kami perbincangkan hari itu.

Kami berdua berada di dalam kamar Kathy, di atas tempat tidurnya yang berukuran besar, terbuat dari kayu jati yang nyaman. Kami duduk berhadapan, Kathy membaca buku sakuku sedang aku membaca buku sakunya.

“Kathy, kamu mendapatkan bahan banyak banyak dari yang kuperoleh. Contohnya lihat ini, ada proses haid dan Kotex!”
“Tapi mereka tidak benar-benar menceritakan secara jelas. Aku pikir kita telah memiliki gambar atau semacam anu.”

Aku benar-benar sangat mengharapkan, karena aku belum pernah melihat tubuh perempuan yang telanjang dan seperti apa bentuk anunya dibawah sana. Kathy memakai T-Shirt dan celana pendek, aku bisa melihat betuk lengkungan bukit dadanya yang kecil, dan samar-samar aku juga bisa melihat garis celah-celah diantara pahanya yang tertutup oleh celana ketatnya.

“Aku tidak mengetahui mengapa mereka menyebutnya pendidikan-seks. Padahal disini tidak menerangkan bagaimana cara melakukannya.”
“Siapa bilang? Mari kutunjukan kepadamu,” kata Kathy sambil membungkukkan punggung dan meletakkan buku dihadapanku.

Kucium keharuman shampo rambutnya yang membuatku terangsang. Aku pun merasakan ketegangan anuku didalam celanaku. Tapi aku mengharapkan semoga dia tidak menyadari apa yang sedang kurasakan.

“Lihat! Disini dikatakan penis laki-laki akan tegang kaku dan keras. Sehingga bisa dimasukkan ke vagina perempuan, yang lembut dan mudah mengembang. Ketika dia ejakulasi, cairan sperma yang berisi jutaan sel masuk ke vagina perempuan dan membuahi telur.”
“Itu sudah ceritakan banyak kepadaku,” katanya dengan menyindir,”Seperti dimana letak liang vagina itu? Bagaimana cara penis memasukinya?” Wajib baca!


Kisah Anak-Anak Ibu Kostku

Kisah Anak-Anak Ibu Kostku

 Tradingan.com - Saya baru kuliah di Jogja, dan seperti selayaknya anak-anak yang study di Jogja itu kost. Aku suka kost itu karena familiar sekali. Di kostku memang tidak seperti kamar kost teman-temanku, di kamar itu ada televisi, VCD, dan Playstation, ya selayaknya kamar anak-anak. Oh ya aku baru semester dua jadi ya mainan itu masih sangat suka sekali. Di kost terisi hanya 6 kamar dan satu rumah induk. Keluarga dari ibu kostku mempunyai anak dua laki-laki dan satu perempuan, sedangkan yang tertua kelas 3 SMU, dan adiknya yang laki-laki baru kelas 2 SMP. Selayak juga anak-anaknya sering nonton TV dan VCD, bahkan main Playstation di kamarku sehingga aku juga agak terganggu waktu tidur maupun waktu belajar. Tapi aku suka terhadap mereka, karena mereka sangat imut dan lucu.


Kadang mereka sampai malam hari main Playstation di kamarku. Mungkin libido yang tinggi atau memang hasratku untuk seks amat sangat kuat, karena aku sangat tertutup sekali. Pada waktu sore biasanya yang SMP main Playstation di kamar berdua bersamaku. Aku sering memeluknya bahkan menciumnya. Pernah suatu ketika aku tidak sanggup untuk menahan nafsuku, kupeluk dia dari belakang dan kuciumi lehernya dan memegang batang kemaluannya yang masih belum membesar sampai membesar, kadang kukocok. Kalau sudah besar kutiduri dia dan kugosok-gosokan kelaminku dengan kelamin dia, tapi masih pakai pakaian lengkap selayaknya memperkosa anak kecil. Tapi dia juga menikmatinya bahkan membalas menciumku dan memelukku. Aku belum berani untuk membuka bajunya, dan bajuku, dan itu berlangsung sampai kami berdua berkeringat dan aku “keluar” serta lemas.

Dia, setelah aku lemas melanjutkan kembali main Playstationnya. Dan setelah itu aku mandi, mandinya kebetulan kamar mandi luar dipakai oleh temanku, maka aku mandi di dalam dan bersebelahan dengan kamar mandinya keluarga ibu kost. Secara tidak sengaja juga anaknya yang SMU mandi, jadi kami berdua mandi bersama tapi lain kamar. Di atas yang menghubungkan kamar mandi, jadi tidak terpisah, untuk penerangan.

 Aku melongok mengintip dia dari atas dan terlihat di cermin yang ada di kamar mandinya. Dia mulai buka bajunya, dan terlihatlah badannya yang sangat mulus dan putih itu, lalu dia buka celananya, wow.. batang kemaluanku mulai menegang lagi, kupegang dan mengelus-elus batang kemaluanku, dan saat yang ditunggu dia melepaskan CD-nya (celana dalam) terlihatlah batang kemaluannya dan pantatnya yang indah itu. Yang mengherankan dia bukannya langsung mandi tapi duduk di bak mandi, dan mengambil sabun, betul sekali dia mengocok batang kemaluannya, dan terlihat batang kemaluan itu menegang dan sangatlah indahnya. Dia mulai mengocoknya dengan asyiknya tanpa sadar aku melihatnya dari atas.

Aku pun membayangkan dia dan ikut mengocok juga sambil melihat dia.  Lanjut baca!


Anus Ku Benar-Benar di Tekan Saat Seks Anal

Anus Ku Benar-Benar di Tekan Saat Seks Anal

 Iklans.com - Saat ini saya berusia 26 thn, tinggal di Jakarta-Indonesia, berasal dari keluarga yang hidup sederhana. Saya sudah mulai menyukai sesama pria sejak umur 11 thn, pada waktu itu saya sedang naksir dengan satu teman yang memiliki tampang cute, cakep, lucu dan menggemaskan. Sayangnya, cintaku padanya tidak terbalas, pasalnya dia straight. Bahkan sampai sekarang dia juga tidak tahu bahwa saya pernah menyukainya, walaupun sekarang saya sudah tidak ada perasaan apa-apa lagi terhadapnya. Ohya, ada 1 hal yang harus kuakui, dulu waktu masih kecil saya pernah bertingkah laku sissy, itu karena saya masih polos dan tidak mengerti apa-apa.


Setelah menjadi remaja, akhirnya saya sadar tingkah laku tersebut, malah saya ngeri dengan sikap itu, maka dengan segera saya menghilangkannya sehingga bisa berubah menjadi orang seperti pada umumnya. Bahkan saya tidak suka dan tidak akan pernah mau menjadi orang sissy atau waria! Saya harus akui ini berkat dorongan yang berasal dari keluargaku dan juga diriku sendiri serta bantuan doa-doa yang telah kupanjatkan tiap hari.

Semenjak mulai menjadi remaja, perasaanku semakin lama semakin tertekan. Saya tidak habis mengerti dan sering bertanya pada diriku sendiri, “Mengapa saya harus dan bisa menyukai sesama jenis? Bukankah tidak pantas cowok menyukai cowok juga? Seharusnya cowok menyukai cewek”.

Saya sudah mencoba segala cara untuk menyukai lawan jenis (cewek), tetapi kemungkinannya masih kecil. Semakin dewasa semakin saya tertarik dengan perfomance maupun appearance seorang lelaki yang jaman sekarang ini sudah berubah. Saya akui, jaman sekarang cowok-cowok sudah semakin cakep daripada dulu, sehingga tiap berpapasan, perasaanku selalu tidak tahan, ingin sekali saya memiliki orang itu, tapi itu sangat mustahil, akhirnya hatiku ini harus menjadi sedih dan menangis. Saya benar-benar bodoh sekali.. Mengapa perfomance maupun appearance seorang lelaki harus begitu selalu menarik daripada seorang perempuan?

Di mana-mana jika saya melihat ada cowok (khusus chinese) yang ganteng atau cakep atau cute, saya hanya bisa menggerutu sendiri dan melihat saja dari jauh dengan perasaan ngilu. Mengapa? Karena saya telah berkaca diri sendiri dan sadar bahwa saya tidak cakep, kurus, pendek (bukan cebol loh, yang penting fisikku normal secara umum), bahkan bisa dikatakan benar-benar buruk. Saya sadar bahwa appearance saya sangat tidak sempurna. Tidak pernah ada cowok yang melirik ke saya, bahkan cewek sekalipun. Saya selalu bertanya pada diriku sendiri, “Mengapa mereka bisa memiliki tampang cute, cakep, ganteng dan sempurna yang bisa menjadi modal bagi segala hal?” Lanjut baca!


Akhir Sebuah Keputusan Anal Seks

Akhir Sebuah Keputusan Anal Seks

 Aopok.com -  “Kemanakah kau akan membawaku Salim..? Berapa lama lagi aku harus mengikutimu Salim..?” kataku.

Lalu aku duduk di samping Salim, sedang Salim hanya diam sambil tangannya erat menggenggam tanganku.
Salim lalu berujar, “Langit telah menentukan dalam keheningan yang tidak lazim, bahwa aku harus menjalani hari-hariku kini dengan laki-laki yang bukan untuknya aku diciptakan, dan akan kujalani waktu-waktu ini sesuai dengan kehendak langit, nanti ketika pintu keabadian telah terbuka dan aku akan bersama kembali dengan belahan jiwaku,”
Salim memandangku, dan aku pun membalas pandangan Salim dengan sejuta makna yang kuharap Salim dapat menterjemahkannya dalam bahasa asmaranya.

Tiba-tiba aku merasakan satu sentuhan lembut bagai ujung jemari angin sepoi basa yang melintas di pucuk bunga mawar, yang mengandung desahan keriangan dan manisnya erangan. Sentuhan bibir Salim bagai kembang pertama yang membasuh bibirku, dan ketika tangan Salim mulai meloloskan pakaianku, hanya pasrah yang kudapatkan dalam rasa jiwaku. Salim dengan leluasa mengekspresikan hasratnya, Salim bagaikan kuda jantan yang mampu membawaku bersama birahinya mengarungi karunia surgawi lewat rasa kenikmatan yang teramat sangat nikmat.

Fajar musim panas telah mengenakan pakaian yang disembunyikan oleh musim hujan, aku memasuki kamar tempat tinggalku, dan kulihat Jafar memandang dan memperhatikan langkahku. Pada saat aku berada di hadapannya, Jafar berucap dengan perasaan yang dilimpahkan dengan air matanya.
“Hatiku telah jemu, dan hatiku memintaku untuk mengucapkan selamat tinggal pada keegoisanku,” katanya.
Di antara kami berdua, aku tidak melihat kekuasaan jiwa ataupun kewibawaan.
“Jafar, aku tau apa yang kau ucapkan, dan aku tau maksud dari kata-katamu,” kubalas ucapan Jafar.
Namun Jafar berkata lagi, “Dimanakah Salim..? Kudengar kau berada dalam pelukan Salim pada saat aku dalam kesendirian.”

“Salim sedang menyusun kata-kata bijak untuk dapat menarik perasaanku, dan akan ia khotbahkan padaku bila matahari sudah pulang keperaduannya.” kataku padanya.
“Nanti malam..?” Jafar bertanya lagi.
“Ya, nanti malam,” aku pun menjawab singkat namun tegas.
Jafar lalu berdiri dari duduknya, dan menghampiriku sambil menyeka air matanya.

Dia berkata, “Berilah aku kesempatan dan kearifanmu, agar aku bisa membawamu kembali kehadapan jiwa yang suci dan bukan berasal dari jiwa yang hampa.”
Aku pun menjawab, “Itulah percintaan masa lampau, amati dengan baik, kesucian kata-kata melayang-layang di sekitar jiwa yang menjerit dalam keputusasaan, dan berdendang dengan harapan agar aku bisa meraih keikhlasan hatimu. Masih ingatkah kau Jafar, waktu kau memelukkan lenganmu ke leherku dan menatap mataku? Masih ingatkah waktu kau ucapkan kau mencintaiku? Masih ingatkah segala janji yang aku ucapkan pada saat kita berpelukkan di bawah sinar bulan sabit dua tahun lalu?”

Kupandangi lekat-lekat, Jafar yang masih terdiam dengan segala bayang-bayang kehampaan masa lalu waktu ia mengucap janji kepadaku, yang kini dalam hitungan detik dapat meruntuhkan keagungan cinta yang termegah dua tahun lalu.

“Mengapa kau diam Jafar..? Mengapa engkau tak melihatku Jafar..? Mengapa engkau tidak menciumku Jafar..? Apakah kau tidak mendengarkan tangisan hatiku dan jeritan kalbuku atas segala perlakuanmu padaku selama ini..? Apakah kau masih tidak percaya bahwa aku telah meninggalkan Ayahku, Ibuku dan datang padamu dengan segenap jiwa dan kehidupanku untuk lari bersamamu..?Bicaralah Jafar..! Kenapa kau menangis..? Kau laki-laki Jafar..? Dulu hatimu berkuasa karena kehidupan mewahmu, dulu sentuhanmu laksana selimut hangatku, kini sentuhanmu menjadi penyiksaku, telah kau ingkari diriku, Lanjut baca!


Cerita Seks Anal Sang Dewi 4

Cerita Seks Anal Sang Dewi 4

 Aopok.com - Dewi keluar dari kamar mandi hanya berbalutkan handuk di dada, langsung duduk di pangkuan Fredy, berhadapan dengan tempat dudukku. Kulihat Fredy agak canggung memangku Dewi dihadapanku, tapi Dewi bisa membawa diri mencairkan suasana terutama terhadap Fredy. Diciumnya kening Fredy, lalu pipinya sembil memeluk kepalanya dan menyandarkannya ke dadanya yang menonjol.

Kembali aku diliputi kecemburuan melihat kemesraan yang diberikan Dewi pada Fredy, tapi aku diam saja.
?sayang kenapa celananya sudah dipakai, kan kita belum selesai? ucapnya sambil mengelus rambut ikal Fredy yang masih bersandar di dadanya.

Agak terbata Fredy menjawab,?aku belum pernah dikulum dan dijilati seperti itu, apalagi setelah keluar sperma?
?tapi permainan lidahmu sangat pintar?
?kalo itu sering aku lakukan dengan bule tamu disini, tapi ya sebatas itu tak lebih, dan aku tidak boleh pegang pegang, Cuma jilatan jilatan seperti itu sampai mereka puas, lumayanlah mbak hasilnya bisa untuk tambah kebutuhan rumah tangga?
?kasihan sayang, ntar aku kasih yang enak ya? Dewi menghibur manja lalu mencium bibirnya.
Setelah kutunggu beberapa saat, ternyata Dewi tak juga beralih ke pangkuanku, tak mau menjadi penonton seperti kambing congek, kuambil inisiatif, kuhampiri mereka, aku berdiri di samping Dewi, kubuka resliting celanaku, kukeluarkan kejantananku dan kusodorkan ke mulut Dewi.

Dia langsung memegang penisku dan memandangku dengan senyum menggoda, lalu lidahnya mulai bekerja di kepala penisku, sambil mengocok penisku dia memasukkannya ke mulutnya, dengan segera penisku keluar masuk mulutnya.

Tangan Fredy mulai menjamah dada Dewi yang masih tertutup handuk, kutarik handuk putih yang melilit tubuhnya hingga terlepas, kini Fredy bisa dengan leluasa meraba menjelajahi buah dada Dewi yang menggantung indah menantang, diremasnya kedua bukit telanjang itu.
Dewi turun dari pangkuan Fredy dan berjongkok di depanku, Fredy ikut ikutan berdri di sampingku, kini kedua tangan Dewi memegang dan mengocok kejantanan kami berdua, gantian dia mengulum dari kiri ke kanan, kami berdua mendesis bersautan.

?jangan keluarin lagi ya? kata Dewi pada Fredy lalu meneruskan kulumannya. Meski melayani kami berdua Dewi tak tampak kesulitan, padahal kedua penis kami tidak bisa dikatakan kecil, hampir sama panjang 17 cm tapi punya Fredy diameternya sedikit lebih kecil. Dengan penuh nafsu dia mempermainkan kami dari jilatan ke seluruh bagian penis hingga kuluman memabokkan. Sekali sekali kepala penis kami bersinggungan di depan bibir Dewi, seperti berebut masuk ke mulut mungilnya. Lanjut baca!


Cerita Seks Anal Sang Dewi 3

Cerita Seks Anal Sang Dewi 3

 Tradingan.com - Paginya aku bangun kesiangan, kulihat Dewi sudah tidak ada disampingku, jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi, entah jam berapa kami baru bisa tidur tadi malam mungkin jam 2 atau 3 pagi.

Kulihat Dewi sudah di ruang tamu hanya mengenakan kemejaku sedang menelepon seseorang, sepertinya dia bicara sama suaminya, Agus. Kubiarkan dia menyelesaikannya, aku ke kamar mandi membersihkan diri biar segar.


Ketika aku keluar kamar mandi kulihat Dewi sedang bercakap dengan Waitress yang mengantarkan sarapan, tanpa risih dia masih hanya mengenakan kemeja, aku yakin sedikit atau banyak waitress itu melihat bagian dalam tubuh Dewi, apalagi dia membuka dua kancing atas kemeja itu. Diluar dugaanku Dewi membungkuk di meja ketika tandatangan bill, sudah pasti si waitress yang berdiri di depannya bisa menikmati kedua buah dada Dewi yang menggantung dibalik kemeja, dengan senyum tanpa rasa bersalah dia mengangsurkan kembali bill itu disertai ucapan terima kasih, sepertinya dia menikmati ketika memperlihatkan bagian tubuhnya ke orang lain. Sebenarnya aku cemburu melihat hal itu tapi apa hakku mencemburui Dewi, tak ada alasan.

?Mas kita extend sehari yuk? ajak Dewi, sebenarnya tanpa dimintapun aku ingin mengusulkan hal itu, tapi aku harus ngurus administrasi check out kamarku dulu dan harus memikirkan alasan pada rekan rekan tentang ketidak bersamaanku dengan lainnya, tentu menimbulkan banyak pertanyaan.

Segera setelah kukenakan kembali kemejaku dan memberikan morning kiss aku meninggalkan Dewi menuju kamarku untuk mengatur ?check out?, karena flight ke Jakarta sore hari maka tentu banyak teman yang jalan jalan menikmati indahnya Lombok.

Kukemasi barangku di kamar dan kumasukkan dalam traveling bag, kupanggil room boy untuk mengantar tas-ku ke kamar 1003 untuk menghindari kecurigaan rekan rekan, mengenai administrasi dan pembayaran sudah ada yang ngurusin.

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 11:30, Aku segera kembali ke kamar Dewi, tapi sialnya ketika melintas kolam renang kepergok rekan rekan yang sedang berenang, mereka memanggilku, dengan terpaksa aku gabung dengan mereka karena ada atasanku disana, nggak enak kalau menolak. Tak banyak tamu hotel di kolam itu, mungkin hanya kami ditambah beberapa bule yang menikmati kolam renang indah itu, apalagi suasana agak berawan hingga nyaman untuk bersantai di luar di tepi kolam.
Entah sudah berapa lama aku bersama mereka ketika di seberang kulihat Dewi dating dengan mengenakan pakaian renang merahnya yang model two pieces, aku yakin pandangan kami semua tertuju padanya.
Dengan tenangnya dia masuk kolam dan berenang santai, gayanya seolah menggoda laki laki yang melihatnya, apalagi dengan postur tubuhnya yang sexy dan wajah cantik imut imut tentu sebagai laki laki normal tak akan melepas pemandangan ini. Kudengar komentar kagum dari rekan rekanku, ada perasaan bangga bahwa semalam aku telah menikmati kehangatan tubuh sexy itu. Lanjut baca!


ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia

Broker Kripto

Tempo Doeloe

Olahan Makanan

Ulasan Film

Keimanan dan Keyakinan

Top Bisnis Online

Tips dan Trik